 |
|
|
 |
|
Menggali Sinergi Lewat Rebranding
Sejak 2 November 2009, kantor cabang Satriavi Leisure Management Bandung yang berada di Grand Hotel Preanger berubah logo, nama Satriavi pun berubah menjadi Aerotravel. Soft launching rebranding AWS secara keseluruhan telah dilakukan di lantai dasar (basement) kantor pusat AWS pada 21 Oktober 2009 yang silam.
Seiring dengan rebranding ini, sejumlah nama unit juga disesuaikan. Kini nama-nama unit usaha menggunakan nama Aero, disusul bidang industri yang digelutinya. Food Services Divison yang semula menggunakan purchased brand Aerowisata Catering Services (ACS), kini di-rebranding menjadi Aerofoodservices. Travel & Leisure Division yang dulu menyandang purchase brand Satriavi Leisure Management, kini menjadi Aerotravel. Transportation Division yang sebelumnya menggunakan purchased brand Mandira Erajasa Wahana, kini menjadi Aerotrans – nama yang lebih ringkas dan langsung berasosiasi dengan bisnisnya. Hotels & Resorts pun menjadi Aerotel & Aerohotel. Khusus untuk Hotels & Resorts Division tidak bisa diganti begitu saja karena mengingat beberapa mempunyai nama hotel yang punya nilai historis serta sudah dikenal baik oleh customer seperti Grand Hotel Preanger dan Sanur Beach. Selain itu ada pula usaha baru yang langsung dinamai dengan pola yang di atas. Misalnya unit Aerolaundry yang bergerak dibidang usaha laundry. Dengan penamaan seperti ini, identitas unit usaha sebagai bagian dari AWS Group menjadi semakin memonjol dan hal ini memudahkan dalam menghimpun sinergi.
Logo dan nama yang merupakan identitas perusahaan Aerowisata, pengelolaan merek (brand management) kini mulai lebih difokuskan pada segmentasi profitabilitas masing-masing unit usaha untuk membidik segmen koperasi dan pasar inbound, serta lebih mengarah kepada brand trustworthy dan exclusivity”. Upaya membangun kepercayaan dan eksklusivitas merek ini dilakukan secara bertahap melalui setiap kesempatan interaksi antara pelanggan dengan perusahaan. Interaksi yang dimaksudkan bisa secara langsung atau tatap muka.
Untuk penyampaian perubahan mindset dan corporate culture dalam membentuk citra perushaaan yang baik di mata konsumen ada dua aspek yang harus diperhatikan, fisik dan non fisik. Aspek fisik meliputi penataan dan kenyamanan kantor, penggunaan logo baru, serta penampilan karyawan. Sedangkan aspek non-fisik meliputi kesungguhan karyawannya dalam memberikan layanan yang memuaskan pelanggan, menjalankan etika bisnis, pengenalan produk serta menciptakan produk differentiation. Kunci dalam membangun branding di berbagai kesempatan interaksi dengan pelanggan ini adalah memberikan pelayanan yang personalized dan memuaskan bahkan melampaui harapan pelanggan (beyond expectation).
Budaya baru AWS Group ini mengacu kepada corporate values Garuda Indonesia sebagai induk perusahaan, Fly-Hi, kependekan dari effective and efficient, loyalty, customer centricity, honesty and openness dan itegrity yang harus dimiliki seluruh karyawan.
|
|
|
|
 |